Untuk memulai postingan ini, aku pengen meluapkan suatu kekecewaan.
Kekecewaan karena harus menerima kenyataan bahwa Jerman kalah!
Disaat Jerman terseok - seok mengejar ketinggalan satu angka dari Spanyol, aku berharap stadion Moses Mabhida runtuh sebagian dan pertandingan diulang.
Oke gapapa. Perebutan juara 3 harus menang! *optimis*
Kamu pernah kan ngerasain pahit - asemnya MOS? Yg momen di mana siswa dikenalkan lebih jauh pada sekolah barunya. Dan pastinya, dibumbui garam dan terasi kehidupan.
Inilah yang aku rasain selama proses untuk menjadi siswa SMK yang sah lahir batin.
Tanggal 1 Juli..
Kami sekelas disuruh bawa clurit ke sekolah untuk keperluan kerja bakti. Awalnya sih biasa aja. Aku udah biasa. Ternyata pagi hari di sekolah, tanggal 1 juli, jam 07.15 wita, kami ditransfer ke lapangan sebelah sekolah. Dilapangan kami diintruksikan untuk mencabuti rumput lapangan yang panjang - panjang itu. Panjangnya bisa bikin kita garuk - garuk paha (gatel). Guru - guru memerintah bak komandan perang, 'HEI! Kamu! Cabut bagian sini!', 'Hei kalian! Angkat ini!'. Diliat dari lagaknya, bapak ini bakal lolos casting kalo ada drama holocaust nazi 1941. 'Hei Kamu! Cepet masuk kamar gas!'
Tapi ngga semua kok gurunya kayak gitu. Ada yang bersahabat dan luwes. Cara ngomongnya ya kayak ngomong sama temen. 'Nak, tolong cabut yang ini..naah..bagus..itu juga cabut dong..naah.' Guru yang kayak gini, ngga akan marah kalo kami duduk istirahat sebentar. Lain kalo guru 'holocaust' tadi. 'Woi! Pagi - pagi udah capek! Ayo angkat yang ini!'
Ngomong sih gampang, pak. Modal tenggorokan ama bau mulut...
Lha kami?
Tanggal 5 Juli..
Kami datang lagi dengan sukacita ke SMK. Sejauh yang diinfokan, hari ini cuma pembagian baju seragam. Mestinya jam sembilan pagi aku udah pulang kalo info itu bener. Eh ngga taunya, kami di PBB (Pelatihan Baris - Berbaris) oleh kakak OSIS. Asoy. Aku pas itu lagi ngga bawa topi. Ditanyain ama kakak osis, 'Kenapa ngga bawa topi?' *muka sangar*
'Mmmm..topi saya di tas yang satunya, Kak,..nah, tas satunya itu saya ga tau di mana, terpaksa saya pake tas yang ini..kalo ngga salah tasnya saya taro di..'
'Kamu lupa?' dia langsung motong.
'Iya, kak! Saya lupa!'
'Lain kali bawa topinya..'
'Iya, Kak!'
Mestinya dari awal aku jawab 'lupa' daripada ngomong panjang lebar. Cih.
Setelah itu semua dibariskan untuk diajarkan tata cara berbaris yang benar. Bagaimana cara hormat yang benar, sikap sempurna (yg bikin pinggang pegel), meluruskan barisan, periksa kerapian, yah apa lagi, ya? Pokoknya ada 10 materi. Karena 10 materi itu diselesain dalam sehari, kami terpaksa berdiri tegap selama 3 jam lebih. Fyiuh.
Ditengah kegemporan dua kaki, datang kakak osis bawa satu aqua gelas beserta sedotan. 'Kalian kan haus, ini kakak kasih minum.'
Kami masih diem.
'Kalian sekelas adalah sodara! Satu gelas ini untuk kalian bersama! Semua harus dapat!'
'GA USAH JIJIK!' tambah kakak osis satunya, cewek. Padahal bibirnya udah mencong - mencong jijik.
Aqua gelas dibagikan, sedotan cuma satu. Ngga boleh diganti. Tiga puluh orang harus mencukupi satu gelas aqua. Satu sedotan pula! Hoeek!
Kalo pulang nanti aku kena tetanus rongga mulut (emang ada?) karena kuman - kuman ini, aku mau minta tanggung jawab!
Gelas berpindah dari tangan ke tangan, dan ternyata, minuman habis duluan sebelum semua dapat. Dua orang ngga dapet minum.
Kakak osis mulai ngomel, 'Gimana ini?! Dua orang sodara kalian tidak dapat minum! Ini yang namanya kekeluargaan?! Dasar rakus!' Padahal kami semua minum cuma seuprit.
'Kalian semua kakak hukum! Ayo loncat jongkok (ga tau nama sportnya) semuanya! Kakak juga ikut!'
Kami pun loncat sambil jongkok bersama kakak osis. Tiap loncatan harus berteriak 'skensa!' yang kependekan dari SMKN1 Denpasar.
Yak. Tanggal 12 Juli MOS beneran. Yang aku ceritain di atas itu cuma pra-MOS. Jadi, kekonyolan kakak Osis selanjutnya sudah menanti.
Dan saya siap!
Waah.. siap-siap dapet berita yang menggemporkan!. hahaha.. Tapi dinikmati aja Wir, apalagi masih muda. Ntar kalo udah seumuran saya, malah kangen masa-masa MOS itu loh (jiaaaghh -sok tua banget sih saya)..
BalasHapuswaah aku belum pernah ikut MOS yg sangar-sangar begitu. *iri
BalasHapusseumur-umur, MOS-ku normal2 sja,hehehe
BalasHapusheey, baru masuk SMK yah? aku jga baru aja di MOS SMA ^^ salam kenal :)
BalasHapussudah tradisi tuh, jalani aja ....
BalasHapuswallah kirain bawa clurit suruh berantem antar siswa, xixixixi...:D
BalasHapus