Senin, 28 Juni 2010

Jika Gaul Itu..

GAUL..

Mereka yang pake sepatu trendi ke sekolah, beranggapan kalau mereka: gaul. Apalah gaul itu? Dibandingkan dengan aku yang sekolah aja sepatu sering mangap, tentu level penampilanku jauh di bawah anak - anak "gaul". Tapi aku tidak malu.

Sama sekali tidak..


Jika supaya disebut gaul aku harus ber-sms ria dengan tulisan aneh m4c4m begienich, aku memilih tidak turut serta. Oh men, udah SMA nulisnya kayak gitu, apa nggak malu - maluin? 'Km lgy diemanach nich?,' 'Och..aq lgy berack, tnggu bntar yaw..,' 'Och gituch toch..ea ea..' Kalau mimik bicara menuruti apa yang ada di sms, bakal kedengeran kayak balita hiperaktif.

Jika supaya disebut gaul aku harus memakai sepatu DC walau hanya untuk berangkat ke sekolah. Aku juga tidak akan turut serta. Karena seragam sekolah sungguh - sungguh ngga matching sama yang beginian. Seragam putih - biru dengan sepatu DC putih di kaki, terlihat seperti skater putus sekolah. Seragam putih - biru dengan sepatu Converse, baru cocok! Keren lho. Tapi aku ngga mungkin dibeliin deh. Mahal men. Yang kulit bisa - bisa 400 ribu rupiaah..

Oke kembali ke leptop..

Jika supaya disebut gaul aku harus berpakaian ala distro, aku tidak akan turut serta. Baju hitam - hitam dengan gambar angker plus kalimat bahasa inggris yang - sering - salah - grammar sungguh tak enak dipandang. Dari jauh, mirip penjambret amatir. Apalagi ditambah celana jins ciut yang dipake melorot. Senggol celananya dikit, auratnya bakal kemana - mana.

Jika supaya disebut gaul aku harus punya motor brong (motor yang knalpotnya dimodifikasi, jadi suaranya kedengeran kayak Harley), aku pun tidak turut serta. Motor ini sangat menganggu telinga. Mungkin bisa menyebabkan ketulian pada pengendaranya. Jadi ketika ada razia, merepotkan.

Polisi: Tolong STNK sama SIMnya ditunjukan..
Pengendara: Apa, pak?!
Polisi: STNK sama SIM...
Pengendara: Oh, bapak minta sakaw sama ekstasi toh..tunggu..
Polisi: Ayo ikut saya ke kantor!
Pengendara: LHO? LHO?

Memang sih, ngga akan ada pengendara brong segoblok itu. Tapi mari kita doakan ada, supaya narkoba dapat diberantas dengan mudah.

Kembali ke masalah gaul..


Jika contoh di atas adalah kriteria untuk mencapai status sosial "gaul", sungguh murahan sekali. Aku lebih baik tetap dianggap orang yang "biasa - biasa" saja. Tidak cupu, tidak pula gaul. Yah, walau kadang penampilanku mirip gembel (misal: kaos kaki kedodoran), tapi aku tetap ngga mau jadi gaul kayak gituan.

5 komentar:

  1. Humm.. jadi mempertanyakan kembali, esensi dari gaul itu apa.. (jiaghh bahasanya ketinggian)..

    -kunjungan balasaan :) -

    BalasHapus
  2. mantab ni keren sepatunya sob

    BalasHapus
  3. haha... kalo yang pake tulisan2 aneh itu namanya "alay" ..

    lam kenal, thanks udah berkunjung ya

    BalasHapus
  4. Gaul apaan kaya gitu.
    Ngga penting banget ngelakuin hal-hal kaya gitu hanya untuk pengakuan dari lingkungan kalau kita gaul.
    Gaul itu justru kalau kita berprestasi, jauh dari narkoba. Jadi yang sebaik mungkin lah.

    BalasHapus
  5. mampir dulu ah...
    gaul itu apa?!
    hal semacam itu kan cuma pengakuan, mengarah pada hal yang mayoritas

    BalasHapus