Hari ini, ada satu hal yang sangat meremas - remas lubuk hati. Bukan. Ini bukan iklan sabun cuci piring dengan quote: saya suka meremas - remas..sponsnya. Nah, satu hal yang meremas - remas hati ini adalah kangen. Kangen ini selalu mengeluarkan sari - sari keindahan bersama dirinya.
Sejak hari terakhir masuk SMP, aku susah untuk bisa melihatnya lagi. Padahal terakhir aku melihat parasnya, sungguh indah rasanya. Hatiku berbunga - bunga kalau dia mulai menanyakan pertanyaan yang penuh perhatian: kamu dari mana aja? Kok keteknya bau
Sebenarnya dia bertanya, 'Kamu udah makan? Kalo belum, ayo kutraktir ke warung jawa.'
(Kalo dia beneran nanyak kamu - kemana - aja - kok - keteknya - bau - duren, aku udah pergi sambil mewek)
Itu yang membuatku kangen. Suaranya merdu sekali. Terdengar menggemaskan dan imut. Siapapun yang mendengarnya lewat telepon tanpa terlebih dulu mengenalnya, bisa menyangka kalau dia anak kelas 6 SD. Padahal dia 1 SMA.
Dulu saat masih SMP, kami sering bertukar data lewat flashdisk. Bertukar lagu favorit masing - masing. Aku sendiri kurang tau band apa yang paling dia favoritkan. Tapi aku tau, kalau dia suka dengan Muse, Gun of Roses,
Malam ini benar – benar memuncak. Mataku basah kalau mengingat dadah – dadahannya yang terakhir di kantin. Dia melambai dadah –dadah tanda dia berharap, agar aku hati – hati menempuh perjalanan pulang. Maka benar saja. Aku sungguh hati – hati mengendarai motor. Aku ngga mau gara – gara ngga hati – hati, aku keserempet truk dan berakhir di kuburan dengan kaki dan tangan terpisah. Alias: pretel. Aku ngga mau kayak gitu. Aku masih ingin melihat dadah – dadahannya di dunia ini.
Itulah sepetik hal indah bersama dia. Rasa kangen yang besar membuat ini mudah ditarik keluar dari tumpukan memori. Selama masih punya rasa kangen, hal sekecil apapun bersama dia, akan selalu tetap dikenang.
Mungkinkah aku bisa melihat senyumnya lagi? Aku doakan, iya. Senyum yang terlalu indah untuk digantikan dengan senyum orang lain. Aku pernah berpikir, kenapa aku tidak bisa kangen seperti ini dengan teman - temanku? Setelah meditasi 4 detik, (gilak! cepet banget!) kangen ini menjadi besar karena dulu dialah yang paling peduli. Dia rela mengeluarkan uang dari dompetnya hanya untuk mengajakku makan, karena dia tahu aku sedang lapar. Dia rela aku meminta waktunya untuk sms-an. Walau ada ungkapan time is money. Beda kalau sama temen. Diajak sms-an misal:
'Oi, Men..besok masuk?'
Jawabnya:
'Y'
Cuma "Y"? Basa - basi dikit doong..
Dan sampai aku meng – klik kolom “publish” untuk update ini, aku masih kangen. Apalagi dadah – dadahan terakhirnya memakai seragam SMP terngiang di kepala. Aku berharap, itu bukan dadah – dadahan - penuh – kasih – sayangnya yang terakhir dalam hidup ini.
Kuharap kita bisa bertemu lagi, Rat.. :-)
catatan: yang kumaksud dia adalah perempuan. (Kapok berkali - kali disangka gay)
huahaha.. ternyata Rat itu perempuan.. kupikir Ratimin, Rationo, Ratijo...wkwkwk.....
BalasHapusRatih ya..? Hehehe... masih trauma dg dugaan 'gay' ya..?
BalasHapusApa kabar ? Lama tak mampir nih.
gile, sangat istimewa pastinya si dia tuh...
BalasHapussemoga bisa ketemu dia lagi...
wkwkwkwk...terakhirnya...hihihi...
abis bilang 'men, sih, gmn g disangka gay, coba diganti mbak atau neng..hihihii...
Wah kayanya bener2 spesial tuh haha......wew.....mank kapan sob disangka Gay??
BalasHapusSlan knal Sob...Aku Follow sekalian(Dj Site)...Follow balik ya sob thnx....
ciee...yg lagi kangen...apa kabar?
BalasHapus