Selasa, 19 Juli 2011

Saudara Makan Saudara

Saya habis mampir ke situs garis keras, nanti saya kasih linknya di akhir tulisan.

Baca disitu rasanya senang juga, ada orang Indonesia yg mau angkat suara untuk bales ejekennya negeri seberang itu. Saya heran, mereka berkali-kali bilang kalau kita sodara se-agama, tapi mereka juga merendahkan martabat orang - orang di negeri ini.

Saya menulis ini bukan untuk menjelek - jelekan negara itu. Secara, cara kasar hanya bisa ditundukkan dengan cara yg halus. Saya suka kok negara itu. Agamanya kuat, relijius. Saya yakin masih banyak orang baik di sana.

Kalo kalian lihat di Internet, orang dari negara kita dan negara itu rata - rata sama saja. Sama-sama suka mengangkat keburukan sambil berkata kotor.  Padahal apa gunanya. Tuhan melaknat siapapun yg suka mengumpat dan bergunjing. Seperti peribahasa, semua yg nyaring bunyinya itu kosong dan isinya hanya udara.

Kita punya sesuatu yg patut dibanggakan. .

Negara kita memiliki alm. A.H Nasution (saya ngefans sama orang ini), yg bukunya berjudul 'Strategy of Guerilla Warfare' dipakai basis kurikulum militer di seluruh dunia, bahkan mengilhami orang-orang Vietnam untuk menang perang. Apa mereka punya tokoh seperti yg kita punya?

Apa mereka punya tokoh seperti Soekarno?

Apa mereka punya tentara seperti Kopassus yg peringkatnya 3 besar di dunia?

Apa mereka punya bahasa daerah yg beragam jenisnya, bahkan ada kasar dan halus?

Apa mereka punya orang secakep Dian Sastro? (yg satu ini pribadi, heheh)

Tidak, saya tidak pernah mendengarnya.

Salah satu yg membuat mereka terkenal hanyalah dua menara kembar yg menjulang tinggi ke langit.

Tapi biarlah, kita jangan terintimadasi. Tunjukan bahwa kita lebih baik dari mereka. Mereka paling suka melihat kita berkata kotor menghina, tapi mereka paling sesek jika melihat kita dapat mengguncang dunia lewat intelektual.

Bila mereka mengatakan kita ini pengecut, tidak berani berperang, kalian mestinya tertawa!

Karena seandainya kita berperang, yg datang paling Gurkha dari Inggris. Yang berkata pengecut itu justru sembunyi sambil lihat berita. Terus terang saja, saya lebih suka damai seperti ini. Sudah cukup pejuang mati demi kemerdekaan, sekarang tinggal mempertahankan tanah kakek nenek kita dari kaki penjajah. Iya tho?

Semoga kami senegara dan setanah air diberikan kesejahteraan oleh Yang Maha Pemberi. Amin.

Oya, ini linknya. Ingat ya, tahan emosi kamu. Stay frosty..
*sensor* (kalimatnya rada ekstrim)

Senin, 18 Juli 2011

Tulisan Seperti Apa yang Kamu Suka?

Berhubung saya punya blog ini nih, blogwalking jadi hal wajib. Biar blog ini punya pengunjungn, walau sedikit. Masak punya blog, dibuat sendiri dibaca sendiri..:D

Langsung aja, saya kan blogwalking ke banyak blog, tapi mungkin hanya 1 ato 2 blog yg saya komenin. Bukannya sombong, tapi ngga tau mau komen apa! Gimana mau komen wong saya baca ga sampai habis, saking ga ngertinya.

Blog yg susah dingertiin tulisannya itu repot. Isinya hanya hal simpel yg dipanjang-panjangkan sampai jadi rumit. Ini penilaian sebagai mata seorang pembaca. Saya memang bukan penulis handal, tapi saya pengin membaca tulisan yg baris - baris kalimatnya dipadukan sedemikian rupa, sehingga membacanya bagaikan air yang mengalir. Biarpun itu kisah sehari - hari pun, atau sebuah ungkapan melankolis, bahkan pengetahuan. Bila dibuat dengan rapih, pembacanya pasti akan larut.

Saya sendiri kadang kalo membaca tulisan saya yg dulu, malah geli sendiri. Ada yg saya nulis pas jaman masih alay - alay nya, ada yg saya nulis seolah - olah saya om-om yg mengerti segalanya. Tapi biarin, cita - cita saya toh bukan untuk menjadi jurnalis atau penulis profesional. Let's make it simple, dalam ngeblog, kalau saya ga betah membaca tulisan sendiri sampai habis, berarti tulisan saya tidak layak baca.

Nah, biar pas sama judulnya dan ga sekedar unek - unek. Tulisan apa ya yg saya senangi?

Tulisan yg saya senangi adalah, tulisan yg lugas, jujur dan sederhana. . kalo sudah pas, malah bisa lucu dengan sendirinya.

how about you?

Minggu, 17 Juli 2011

Renungan Nasib

Akhir - akhir saya sudah menjadi perenung. Di masa liburan yg jauh dari sekolah otomatis jauh juga dari teman - teman, apalagi liburannya di kampung. Ini bukannya tanpa penyebab. Ini karena saya sudah seminggu putus dengan pacar saya. Tepatnya, pacar pertama saya sejak 1,6 tahun silam.

Syukurlah saya bukan ABG  labil, jadi tidak ada acara terjun bebas dari lantai 10 atau ngajak mati bareng sambil pelukan.

Namun...

Dari titik inilah, saya mulai banyak terdiam. Bahwa sebenarnya, menambatkan cinta kepada Sang Pencipta lah yg tidak akan membuat kita bersedih. Sang Pencipta memberi saya orang tua yg pengertian dan berjanji bahwa tidak akan ada kesedihan bagi siapapun yg mengikuti petunjukNya.

Jadi kesimpulannya, untuk apa saya mati - matian menyayangi seseorang kalau memang belum saatnya? Masih 16 tahun kok. .:p

Atau mungkin ada yg bilang, 'ayolah, cari yg baru saja. .' Ini sama saja sudah terjatuh ke lubang, berdiri lagi untuk selanjutnya terjatuh ke lubang yg lain.

Seperti analogi yg baru saja saya pikirkan:

Punya pacar itu bagaikan memegang gelas kaca dengan dua jari telunjuk. Susah dan banyak ketidakpastian. Memang bisa berhasil, tapi jika gagal gelas itu akan jatuh, dan pecahannya melukai kaki kita.

Lebih baik nanti kalo saya sudah besar, saya ketemu cewek cantik baik pengertian, langsung aja dilamar. .

huahahahh

Dengan begitu kan tidak usah mememegang gelas dgn dua jari telunjuk, tapi menggenggam erat dengan dua tangan.

Semoga teman - teman masih ingat saya yg jarang ngeblog yaa. .:D
Akan saya kunjungi blog kalian yg pernah komen di sini satu persatu. .

Kamis, 28 Oktober 2010

Nostalgia

Dua hari lalu kelas 9G, kelasku pas SMP, ngadain suatu acara ngumpul - ngumpul. Agak aneh kalo dibilang reunian, karena toh kita baru 5 bulan lulus. Hahaha. Tapi biar sudah 5 bulan, hasrat ingin merasakan kembali euforia bareng, susah ditahan. Berkumpulah kami di rumah seorang temanku yang punya halaman besar (setidaknya, cukup untuk joget massal).

Dannn, acara ini pun tidak lepas dari masalah. Sejak terakhir berkumpul di rumah itu setahun lalu, masalahnya sama. Tentang pembagian tugas kerja. Si A kerjanya di sini, si B kerjanya di alat panggang, dan sebagai berbagai - bagainya. Bahkan ada teman yang pulang saat acara belum dimulai. Oh ironis, kita kan belum manggang - manggang, men. . .

Kamis, 23 September 2010

Inikah Rasanya

Oh inikah rasanya..

Rasanya jadi Casis (calon osis)..hehe..

Karena aku sebelumnya ga pernah ikut kegiatan organisasi apa - apa di sekolah, rasanya agak berat untuk pulang telat gara - gara ngurus sekolah. Beresin sampah, bongkar - pasang sound system, dll ah.

Aku sering membayangkan, kalau kegiatan berorganisasi itu rasanya bakal garing, basi, non - komedi, dan semua anggotanya bertampang serius terus bawa - bawa proposal ke manapun dia pergi. Gambaran in aku dapat dari pengamatan orang - orang kantoran sih.

Ternyata oh ternyata, pra-sangka tidak selalu benar (atau tidak pernah benar? pikir sendiri).

Selasa, 21 September 2010

Aku dan Kemalasan

Aku sudah banyak denger guru - guru bilang, 'tidak ada orang bodoh, yang ada malas.' Dikatakan kepada murid - muridnya dengan tampang serius..

Hubungannya dengan pemilik blog ini adalah, aku kena 'males'.

Bersyukurlah kalian dan sepenjuru tanah air dari papua sampai sumatra, 'males' nya bukan males belajar, tapi malas nulis! Hell!

Senin, 30 Agustus 2010

Merindukan Banyak Hal

Udah sebulan lebih ga update blog..
Mau jadi blogger apaan kamu Wiraa?!!?!

 Oh. Postingan perdana harus dimulai dengan bahagia. Hai semua :)

 Untuk bahan bercerita, rasanya menjadi anak SMA ternyata bener - bener beda. garuk betis jadi ga leluasa karena celananya panjang. Aroma baju baru yang aneh makin menambah kesan asing. Dengan segala perbedaan dimensi ini (dimensi SMP dan SMA maksudnya. hehe) kerinduan akan banyak hal mulai muncul.